You are currently viewing Permasalahan AC Mobil yang buat Mobil Kamu Panas!
Permasalahan AC Mobil

Permasalahan AC Mobil yang buat Mobil Kamu Panas!

Permasalahan AC Mobil yang buat Mobil Kamu Panas!

Sistem AC (air conditioner) merupakan salah satu bagian penting yang wajib tersedia di mobil karena dapat mempengaruhi kenyamanan berkendara. Dengan sistem AC udara didalam mobil dapat diatur suhunya sehingga pengemudi dapat merasa nyaman apabila berkendara di tengah teriknya matahari. Penggunaan AC juga dapat mencegah terjadinya kabut yang menempel pada kaca mobil yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi saat hujan.

Semakin sering AC mobil digunakan, AC mobil dapat mengalami masalah ataupun kerusakan sama seperti komponen mobil lainnya. Sebagai pemilik mobil, Anda harus dapat memahami komponen AC mobil untuk memahami penyebab permasalahan yang terjadi pada AC dan perawatan AC mobil agar umur pemakaian AC menjadi lebih panjang. Oleh karena itu, Admin Fleetmaintenance akan membahasan permasalahan yang umum terjadi pada AC mobil, sehingga apabila dapat mengenali tanda-tanda kerusakan pada AC mobil, maka dapat mencegah penyebar kerusakan dan mengurangi biaya perbaikan.

Komponen AC Mobil

Permasalahan AC Mobil
Permasalahan AC Mobil

Penting bagi pemilik mobil untuk mengetahui apa saja komponen AC mobil. Komponen AC mobil memiliki berbagai macam fungsi untuk memaksimalkan kinerja AC agar tetap dingin. Jika salah satu komponen AC mobil mengalami kerusakan maka AC mobil tidak dapat bekerja dengan optimal. Tidak hanya itu, kerusakan komponen AC mobil pun akan meluas ke komponen AC mobil lainnya.

Mengetahui komponen AC mobil dapat membantu pemilik mobil dalam pemeliharaan ataupun perawatan serta lebih mudah mengidentifikasi jika terjadi masalah pada AC mobil. Pemilik mobil tidak boleh memasang komponen alat pendingin lainnya di AC agar tidak gamapang soak.

  1. Freon, memiliki peran utama sebagai refrigerant. berfungsi sebagai zat pendingn berbentuk gas cair khusus di dalam saluran AC mobil.
  2. Kondensor, berfungsi untuk memindahkan panas dari dalam freon menuju ke udara bebas kemudian dibantu cooling fan untuk mendingnkan.
  3. Dryer/Receiver, komponen ini memiliki peran penting untuk menyaring semua kotoran atau debu yang tidak sengaja masuk ke dalam sistem AC mobil.
  4. Expansion Valve, berfungsi untuk mengurangi tekanan freon yang masuk sehingga memungkinkan freon untuk menguap dan mengambil panas dari udara di dalam kabin mobil.
  5. Evaporator, atau biasa disebut dengan filter AC. Evaporator berfungsi untuk menghilangkan panas dari udara dalam kabin mobil. Evaporator memiliki serangkaian pipa yang berisi refrigerant yang menguap ketika udara panas melewatinya.
  6. Cooling Fan, berfungsi untuk mendinginkan bagian kondensor AC mobil yang terletak pada bagian depan radiator mobil.
  7. Kompresor, berfungsi untuk memompa freon kemudian menyalurkannya pada seluruh sistem AC. Kompresor memiliki dua bagian, saluran hisap dan saluran buang. Kedua bagian ini akan bekerja memompa udara menuju kondensor.
  8. Blower, berfungsi untuk menghembuskan udara dingin dari evaporator menuju kisi-kisi AC. Kecepatan hembusan angin blower dapat diatur melalui tombol-tombol pengatur AC mobil.

Baca Juga:

Freon AC Mobil Bocor: Pahami Penyebab, Bahaya dan Solusinya!

7 Masalah AC Mobil

Meskipun dirancang untuk memberikan udara dingin yang menyegarkan, AC mobil juga dapat mengalami berbagai permasalahan yang memengaruhi kinerjanya. Dari hembusan udara yang tidak dingin atau bunyi yang tidak wajar setiap masalah ini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pengalaman berkendara.

Untuk memastikan kenyamanan dan kinerja optimal dari sistem AC mobil, pemahaman tentang berbagai permasalahan yang mungkin timbul serta penanganannya menjadi krusial bagi pemilik kendaraan.

1. AC Mobil Tidak Dingin

Permasalah pertama yang sering terjadi pada mobil yaitu AC mobil yang tidak dingin walaupun sudah di putar pada maksimal cool. Hal ini dapat menyebabkan penumpang atau pengemudi merasa gerah sehingga tidak nyaman dalam berkendaraan. Ada beberapa hal yang menyebabkan AC mobil tidak dingin; jumlah freon berkurang, pendinginan kondensor yang kurang maksimal, atau beban pendinginan melebihi kapasitas AC mobil.

Solusi dari AC mobil yang tidak dingin yaitu dengan melakukan flushing. Flushing adalah penyedotan oli, freon dan kotoran yang menempel pada kompresor AC. Setelah flushing selesai, freon serta oli kompresor dapat diisi kembali dengan yang baru.

2. AC Mobil Mengeluarkan Bau

AC Mobil Bau
Permasalahan AC Mobil

Penyebab utama AC mobil mengeluarkan bau adalah karena evaporator yang tersumbat kotoran serta berlendir, membuat aliran udara dari blower menjadi terhambat. Jika aliran udara dari blower terhambat akibatnya sirkulasi AC menjadi terganggu. Umumnya terdapat bau asam dan bau tidak sedap lainnya yang menjadi penyebab masalah ini.

Wajar jika debu dan kotoran masuk ke dalam evaporator melalui hisapan kipas yang terhubung dengan bagian ini. Namun, agar tidak semakin mengurangi kenyamanan berkendara, ingatlah untuk selalu membersihkan evaporator AC secara rutin.

3. AC Mobil Tidak Menyala atau mati

AC mobil yang mati dapat mengganggu perjalanan apalagi saat berkendaran di bawah teriknya matahari, pengemudi atau penumpang di dalam mobil tersebut akan merasa gerah/panas. Terdapat berbagai penyebab AC mobil mati seperti skring AC putus, V Belt putus, relay putus, motor cooling fan yang tidak dapat bekerja, atau bahkan kompresor yang macet.

Jika AC mobil mati disebabkan oleh skring yang putus maka hal ini terjadi karena adanya korsleting, dan skring dapat diganti dengan yang baru. Namun lain halnya jika relaynya yang putus, maka tidak ada lagi yang dapat bekerja sebagai penyalur arus listrik. Hal ini dapat menyebabkan AC mobil mati total.

4. Kondensor Mati

Kondisi jalan dapat mempengaruhi permasalahan pada komponen AC mobil, contohnya debu dan kerikil. Jika pemilik mobil sedang berkendara kemudian terdapat kerikil yang terpental hingga mengenai kondensor AC mobil maka akan menyebabkan kondensor rusak dan bocor. Kerusakan yang terjadi pada kondensor tidak hanya bocor, kondensor dapat tersumbat oleh debu, kondensor mengalami overheat, ataupun kondensor berkarat.

Penyebab kerusakan kondensor yang mengalami overheat karena pada saat proses pendinginan kondensor bekerjasama dengan komponen lain agar berfungsi secara maksimal. Kondensor yang tersumbat oleh debu atau kotoran sebaiknya segera dibersihkan, karena apabila dibiarkan menempel terlalu lama maka AC mobil akan cepat rusak.

5. AC Mobil Mengeluarkan Bunyi

Permasalahan AC yang mengeluarkan bunyi juga sering terjadi dan menimpa mobil-mobil yang berusia lebih dari lima tahun. Tentu saja hal ini dapat mengganggu pengemudi ataupun orang-orang yang ada didalam mobil. Beberapa macam penyebab kerusakan yang timbul seperti saluran oli kompresor AC mobil yang rusak, magnetic clutch yang selip, kelonggaran pada trush bearing, atau ausnya piston.

Pemilik mobil harus mengidentifikasi komponen apa yang mengalami kerusakan sehingga AC mobil berbunyi berisik. Setelah mengetahui penyebabnya, pemilik mobil dapat melakukan penanganan yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini. Biasanya permasalahan ini terjadi apabila mobil tidak melakukan perawatan secara rutin dan mobil yang sudah terlalu tua.

6. Hembusan AC Tidak Kencang

Permasalahan AC Mobil
Permasalahan AC Mobil

Dalam permasalahan ini AC mobil masih menyala namun angin yang dikeluarkan tidak kencang/lemah. Saat AC mobil bekerja, udara disirkulasikan oleh motor blower. Jadi jika terjadi permasalahan hembusan AC tidak kencang saat blower sudah diposisikan, berarti hal ini disebabkan oleh filter AC yang kotor atau tersumbat, motor blower yang lemah, atau bahkan terdapat masalah pada resistor blower.

Beberapa jenis mobil memang memiliki filter AC yang berguna untuk menyaring partikel debu agar kabin tetap bersih. Resistor blower berguna sebagai pengatur tingkat kecepatan blower. Jika filter AC kotor masih memungkinkan untuk dibersihkan, namun jika motor blower atau resistor blower yang bermasalah maka kemungkinan untuk menggantinya dengan yang baru.

7. Blower Tidak Menyala

Blower dalam sistem AC mobil bertanggung jawab untuk mengalirkan udara dingin ke dalam kabin mobil. Jika blower tetap tidak menyala padahal kondisi AC yang sudah menyala maka sudah dipastikan terdapat masalah pada blower atau kipas AC mobil. Salah satu penyebab blower tidak menyala karena terputusnya kabel arus listrik ke blower.

Solusi dari permasalahan ini yaitu dengan mengganti dengan kabel yang baru, namun apabila tidak mampu untuk menggantinya sendiri maka dapat dibawa ke bengkel karena untuk menjangkau blower harus dilakukan pembongkaran beberapa komponen.

Baca Juga:

Kondensor AC Mobil, Simak Fungsi dan Cara Perawatannya!

Cara Kerja Sistem AC Mobil

Proses kerja AC mobil dimulai dengan kompresor yang berfungsi untuk mengkompres freon gas. Freon kemudian mengalir ke kondensor, yang terletak di depan kendaraan, di mana panas dihilangkan dan refrigeran berubah menjadi cairan. Cairan freon yang lebih dingin mengalir melalui pipa menuju katup ekspansi, di mana tekanan dan suhunya turun tajam. Melalui proses ini, refrigeran kembali ke bentuk gas dan masuk ke evaporator yang terletak di dalam kabin kendaraan.

Evaporator adalah tempat kunci di mana freon gas menyerap panas dari udara di dalam kabin, menyebabkan evaporasi dan menciptakan udara dingin. Kipas atau blower membantu mengedarkan udara dingin ke seluruh ruang kabin. Pengaturan suhu dan kelembaban diatur oleh panel kontrol, dan sensor suhu di evaporator membantu mengontrol siklus kerja sistem AC untuk mempertahankan suhu yang diinginkan. Seluruh proses ini terjadi berulang secara terus-menerus selama AC diaktifkan, menciptakan kondisi lingkungan yang nyaman di dalam kendaraan.

Tips Perawatan AC Mobil

Perawatan yang teratur dan tepat pada sistem AC mobil menjadi kunci utama untuk memastikan kinerjanya tetap optimal. AC mobil bukan hanya sekadar penambah kesejukan di dalam kabin, namun juga berperan dalam menjaga kualitas udara dan kesehatan penumpang. Dengan memahami betul pentingnya perawatan AC mobil, dapat memperpanjang umur pakai sistem ini, mencegah kemungkinan kerusakan, dan memastikan bahwa udara yang dihasilkannya tetap bersih dan sejuk.

  1. Jaga Kebersihan Kabin Mobil, jika kabin kotor maka terdapat debu yang akan berdampak pada kebersihan AC mobil. Jika dibiarkan maka akan menyebabkan AC tidak dingin dan udara yang dihasilkan tidak sehat.
  2. Tidak Merokok didalam Mobil, jangan merokok didalam mobil karena bau asap rokok sangat sulit untuk dihilangkan dari dalam mobil. Selain itu, asap rokok bisa saja masuk ke dalam sirkulasi AC mobil sehingga udara yang dihasilakn menjadi tidak sehat juga membuat AC mobil rusak.
  3. Hindari Membuka Kaca Mobil saat AC Mobil Menyala, AC bekerja untuk mendinginkan kabin. jika membuka kaca mobil maka akan membuat AC bekerja secara lebih, karena udara dingin yang dihasilkan AC akan keluar.
  4. Bersihkan FIlter AC secara Rutin, filter AC mobil yaitu untuk mencegah debu dan kotoran masuk kedalam evaporator. Menjaga kebersihan filter kabin diperlukan untuk menjaga AC tetap dapat bekerja secara optimal.
  5. Rutin Membersihkan Kondensor AC, jika pemilik mobil ingin AC mobil tetap awet dan terasa dingin, maka diperlukan perawatan rutin pada kondensor AC. Membersihkan kotoran pada kondensor AC mobil ini dapat mencegah kebocoran ataupun korosi.
  6. Lakukan Servis Berkala, tujuan melakukannya servis berkala agar pemilik mobil saat mengendarai mobil merasa nyaman karena AC yang dirawat dengan baik, sehingga AC dapat bekerja secara optimal.

Kesimpulan

Permasalahan yang sering terjadi pada AC mobil merupakan tantangan umum yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan kinerja kendaraan. Berbagai masalah seperti hembusan AC yang tidak kencang, bunyi tidak wajar, dan bahkan AC mati dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami gejala-gejala yang mungkin muncul dan segera mengatasi masalah sebelum kerusakan menjadilebih serius.

Dalam menghadapi permasalahan AC mobil, perawatan rutin menjadi kunci utama. Pembersihan filter secara berkala, periksa kondisi kipas, serta menjaga tingkat freon dalam batas normal adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah dan mengatasi masalah. Perbaikan masalah sejak dini dapat mencegah kerusakan lebih lanjut dan menghindari biaya perbaikan yang tinggi.

Sebagai pemilik kendaraan, keterlibatan dan pemahaman terhadap sistem AC sangat dianjurkan. Selain melakukan perawatan rutin, konsultasi dengan teknisi atau mekanik berpengalaman dapat memberikan solusi yang tepat dan menyeluruh untuk masalah AC mobil. Dengan demikian, pemilik kendaraan dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan bebas dari masalah AC yang mengganggu.

Tingkatkan kenyamanan perjalanan Anda dengan layanan perawatan AC mobil terbaik dari Fleetmaintenance! Jangan biarkan permasalahan AC mengganggu kenyamanan Anda. Anda dapat menghubungi kami di Fleetmaintenance. Anda juga dapat langsung mengisi form dibawah ini:

Form Registrasi

Leave a Reply